Transformator (trafo) adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan bolak-balik (AC). Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu : kumparan pertama (primer) yang bertindak sebagia input, kumparan kedua (sekunder) yang bertindak sebagai output, dan inti besi yang berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan.

Hubungan antara daya trafo, tegangan primer, arus primer, tegangan sekunder, dan arus sekunder, dapat dinyatakan :

Daya trafo = Vp. Ip => Ip = Daya Trafo/Vp

Daya trafo = Vs. Is => Is = Daya Trafo/Vs

Vp = tegangan primer (volt)
Vs = tegangan sekunder (volt)
Np = jumlah lilitan primer
Ns = jumlah lilitan sekunder

Penulis mencoba membuat sebuah program pascal dengan menggunakan procedure.
Listing program sebagai berikut :



Flowchart di atas :

 

Program Untuk Perhitungan Biaya Pemakaian Listrik Dengan Menggunakan Procedure Pada Bahasa Pemrograman Turbo Pascal

Semakin hari Kebutuhan semakin bertambah setaleh harga BBM naik bulan juni 2013, namun harga kebutuhan pokok justru semakin naik. Dan setelah diselikidiki ternyata ada hubungannya juga dengan kenaikan Tarif dasar listrik yang kadang dihiasi dengan kenaikan BBM. Nah makanya mulai sekarang kita mesti belajar ngirit. Untuk itu pada artikel ini akan dibahas mengenai pengiritan Listrik, tepatnya perhitungan biaya pemakaian listrik supaya kita bisa ngirit dalam menggunakan setrum atau listrik
Sebagai contoh kasus misalnya, tarif dasar listrik Rp. 100,- per KWh. dengan ketentuan sebagai berikut 

Flowchart Dan Bahasa Pemrograman Pascal Menghitung Daya Listrik

Berikut ini merupakan listing program perhitungan biaya KWH listrik dengan menggunakan procedure pada bahasapemrograman pascal
  
 1. Jika Daya yang digunakan > 1300 VA maka :
- jika pemakaian > 300 KWh maka dikenakan denda 10%
- jika pemakaian <= 300 KWh maka dikenakan diskon 10%

2. Jika Daya yang digunakan <= 1300 VA maka :
- jika pemakaian > 100 KWh maka dikenakan denda 20%
- jika pemakaian <= 100 KWh maka dikenakan diskon 20%



Refrensi : http://tprasetio.blogspot.com/2012/05/program-untuk-perhitungan-biaya.html
               http://thiarramadhannurlail.blogspot.com/2013/07/program-untuk-perhitungan-biaya.html




Rangkuman :
1. Ada beberapa type kesalahan PLC yaitu, kesalahan pemrograman, kesalahan komunikasi, dan kesalahan oprasi.
2. Kesalahan pemrograman dapat dicek menggunakan alat program baik dengan software ladder maupun dengan konsul pemrogra.
3. Terjadinya kesalahan operasi PLC ditunjukan oleh indikator status pada PLC
4. Program pemeliharaan preventif perlu dilakukan untuk menjamin koninyulitas sistem kendali PLC.

Cara kerja Flowchart :
Pada symbol  prosses awal memerintahkan indikator ERR/ALM berkedip atau tidak, lanjut ke symbol prosses berikutnya untuk menentukan penyebab kerusakan dengan menggunakan program, setelah itu lanjut ke symbol pemilihan apakah terjadi kesalahan non-fatal atau tidak jika tidak maka lanjut ke proses berikutnya yaitu mengganti CPU jika iya maka lanjut ke prosses identifikasi kerusakan, eliminasi penyebabnya dan menghapus kerusakan setelah itu kanjut ke symbol pemilihan lagi apakah indikator ERR/ALM berkedip atau tidak berkedip. jika berkedip maka akan terjadi prosses looping ke symbol pemilihan sebelumnya sampai kerusakan sudah tidak ada lagi, juka lampu tidak berkedi maka akan lanjut ke prosses Akhir.



·        Pengertian Flowchart

Pengertian dan Definisi Flowchart Flowchart atau Bagan alir adalah bagan  (chart) yang menunjukkan alir  (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir (flowchart) digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi.
Jenis jenis Flowchart Ada beberapa jenis flowchart diantaranya:
1.     Bagan alir sistem (systems flowchart).
2.     Bagan alir dokumen (document flowchart).
3.     Bagan alir skematik (schematic flowchart).
4.     Bagan alir program (program flowchart).
5.     Bagan alir proses (process flowchart).
System Flowchart :
System flowchart dapat didefinisikan sebagai bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem.

Document Flowchart :
Bagan alir dokumen  (document flowchart)  atau disebut juga bagan alir formulir  (form  flowchart)  atau  paperwork flowchart merupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya.

Schematic Flowchart :
Bagan alir skematik (schematic flowchart) merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem, yaitu untuk menggambarkan prosedur di dalam sistem. Perbedaannya adalah, bagan alir skematik selain menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem, juga menggunakan gambar-gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan. Maksud penggunaan gambar-gambar ini adalah untuk memudahkan komunikasi kepada orang yang kurang paham dengan simbol-simbol bagan alir. Penggunaan gambar-gambar  ini  memudahkan untuk dipahami, tetapi sulit dan lama menggambarnya.

Program Flowchart :
Bagan alir program  (program flowchart)  merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program. Bagan alir program dibuat dari derivikasi bagan alir sistem. Bagan alir program dapat terdiri dari dua macam, yaitu bagan alir logika program  (program logic flowchart)  dan bagan alir program komputer terinci  (detailed computer program flowchart).  Bagan alir logika program digunakan untuk menggambarkan tiap-tiap langkah di dalam program komputer secara logika. Bagan alat- logika program ini dipersiapkan oleh analis sistem. Gambar berikut menunjukkan bagan alir logika program. Bagan alir program komputer terinci  (detailed computer program flow-chart) digunakan untuk menggambarkan instruksi-instruksi program komputer secara terinci. Bagan alir ini dipersiapkan oleh pemrogram.

Process Flowchart  :
Bagan alir proses  (process flowchart)  merupakan bagan alir yang banyak digunakan di teknik industri. Bagan alir ini juga berguna bagi analis sistem untuk menggambarkan proses dalam suatu prosedur.

·        Cara menghitung tarif pemakaian KWH
Dalam kehidupan sehari-hari pasti kita tidak akan pernah lepas dalam pemakaian Listrik untuk membantu menjalankan aktifitas yang berhubungan dengan alat elektronik. Dalam hal ini kita perlu mengetahui cara kerja KWH ( Kilo Watt Hour ) dalam melakukan perhitungan daya listrik yang akan kita gunakan sehari-hari. mungkin banyak yang belum tahu cara menghitung berapa biaya yang harus kita keluarkan per hari dengan daya listrik yang kita pakai, disini saya akan menjelaskan tentang perhitungan KWH meter tersebut. Contoh : Daya Listrik rumah 900 VA ,PLN menetapkan Rp.600,-/KWH
Sedangkan Rumah menggunakan 4lampu yang masing-masing dayanya 40W(L1 dan L2), 30W(L3), 25W(L4) (L) itu saya umpamakan Lampu, maka cara menghitung nya adalah :
Rumus : tarif perhari = (P/1000) x tetapan harga per KWH
L1 dan L2 = 40+40/1000 x Rp.600,- = Rp.48,- (per jam)
L3 = 30/1000 x Rp.600,- = Rp.18,- (per jam)
L4 = 25/1000 x Rp.600,- = Rp.15,- (per jam)
Maka tarif total ke empat lampu itu adalah Rp.81,- (per jam). jika keempat lampu tersebut per hari nya menyala dalam waktu 10jam saja maka Rp.81,- x 10 = Rp.810,- per harinya jika per bulan tinggal dikalikan saja 30hari.



Listening Program :
Dari program ini kita dapat mengetahu berapa banyak listrik yang di gunakan



Dalam bentukl Flowcahrt :




Senin, 25 November 2013

Depresiasi dan Deplesi

A. PENGERTIAN DEPRESIASI
epresiasi atau penyusutan adalah alokasi sistematis jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aset selama umur manfaatnya.
Depresiasi secara umum dapat digolongkan dalam 2 kelompok, yaitu :
  1. Depresiasi yang disebabkan antara lain mesin-mesin atau peralatan yang digunakan semakin tua sehingga kemampuannya berkurang (physical degradation).
  2. Depresiasi yang disebabkan antara lain karena semakin majunya perkembangan teknologi, sehingga diperlukan mesin-mesin atau peralatan-peralatan baru yang lebih efisien dan ekonomis daripada yang dipakai sekarang atau karena adanya perubahan demand di masyarakat baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga diperlukan tambahan mesin-mesin dan peralatan-peralatan baru (functional depreciation).
B. KRITERIA BARANG TERKENA DEPRESIASI
Properti yang dapat didepresiasi harus memenuhi ketentuan berikut :
  1. Harus digunakan dalam usaha atau dipertahankan untuk menghasilkan pendapatan.
  2. Harus mempunyai umur manfaat tertentu dan umurnya harus lebih lama dari satu tahun.
  3. Merupakan sesuatu yang digunakan sampai habis, mengalami peluruhan/kehancuran, usang atau mengalami pengurangan nilai dari nilai asalnya.
  4. Bukan inventaris, properti investasi, persediaan atau stok penjualan.
Properti yang dapat didepresikan dikelompokkan menjadi :
  1. Nyata (tangible) : dapat dilihat atau dipegang. Terdiri dari properti personal seperti mesin-mesin, kendaraan, peralatan, furnitur dan item-item yang sejenis, serta properti riil seperti tanah dan segala sesuatu yang dikeluarkan dari atau tumbuh atau berdiri di atas tanah tersebut.
  2. Tidak nyata (intangible). Properti personal seperti hak cipta, paten atau franchise.
C. METODE PERHITUNGAN DEPRESIASI 
  1. Metode Garis Lurus (Straight Line Depreciation)
    Dalam metode garis lurus maka nilai terdepresi / nilai yang didepresiasikan dari sebuah aktiva dibagi rata sepanjang taksiran umur manfaat aktifa tersebut.



    Contoh :
    PT Jaya Abadi membeli mesin dengan harga perolehan sebesar Rp 35.000.000,- Diperkirakan mempunyai umur ekonomis selama 5 tahun dengan nilai residu sebesar Rp 3.000.000,- Maka penyusutan pertahunnya adalah:
    Depresiasi = ( Rp 35.000.000 - Rp 3.000.000 ) / 5 = Rp 6.400.000,-


  2. Sum of Years Depreciation
    Jumlah depresiasi dihitung berdasarkan pada serangkaian angka pecahan yang denominator atau penyebutnya diambil dari jumlah rentetan angka tahun tersebut. Angka tahun yang terbesar digunakan sebagai numerator atau pembilang dari angka pecahan untuk depresiasi tahun pertama.

    Contoh :
    Sebuah truk dibeli oleh PT Turbo pada tanggal 1 Januari 19x1. Harga beli Rp 12.000.000, biaya perbaikan Rp 1.000.000, taksiran nilai residu Rp 1.000.000, taksiran masa manfaat 5 tahun. Tentukan depresiasi !

  3. Unit Produksi Depresiasi
    Dalam metode ini nilai depresiasi tergantung kepada banyaknya produksi yang sudah dihasilkan oleh aktiva tersebut (biasanya berupa mesin produksi). Semakin banyak produksi yang dihasilkan oleh mesin tersebut maka akan semakin banyak pula depresiasinya.




    Contoh :

    Sebuah truk dibeli oleh PT Turbo pada tanggal 1 Januari 19x1, harga beli Rp 12.000.000, biaya perbaikan Rp 1.000.000, taksiran nilai residu Rp 1.000.000, taksiran masa manfaat 100.000 Km. Tentukan depresiasi missal tahun 19x1 truk dipakai 15.000 Km, 19x2 30.000 Km, 19x3 20.000 Km, 19x4 25.000 dan 19x5 10.000 Km.




D. PENGERTIAN DEPLESI


Nilai sumber alam, seperti : tambang emas, tambang batu bara, tambang bijih besi, tambang minyak tanah, tanah yang yang digunakan sebagai obyek/bahan baku tertentu, akan berkurang, pengurangan nilai sumber alam ini disebut Deplesi.

Perhituyngan besarnya deplesi berdasarkan atas harga perolehan sumber alam, banyaknya cadangan/kandungan sumber alam tersebut serta jumlah yang telah dieksploitasi selama periode tertentu

Contoh

Harga perolehan hak atas tambang Rp 80.000.000.000,00, taksiran cadangan/kandungan bijih besi sebesar 4.000.000 ton

Maka tarif Deplesi tiap ton = Rp 80.000.000.000,00 : 4.000.000 = Rp 20.000,00

Jika dalam setahun telah ditambang 150.000 ton, maka besarnya deplesi adalah 150.000 x Rp 20.000,00 = Rp 3.000.000.000,00

Ayat jurnal  untuk mencatat deplesi  tersubut adalah

Biaya Deplesi                                                     Rp 3.000.000.0
Akumulasi Deplesi                                             Rp 3.000.000.000,00

Rekening akumulasi deplesi adalah suatu rekening lawan terhadap cadangan barang tambang yang berangkutan, maka dalam neraca disajikan sebagai pengurangan terhadap harga perolehan cadangan barang tambang yang bersangkutan (seperti halnya aktiva tetap dengan akumulasi penyusutannya.
SUMBER: